BELAJAR AL QUR'AN ONLINE

Sunday, March 31, 2013

Praktek III Baca Al Qur an

Tanda Tasdid dan Tanda sukun/Mati

Pada materi sebelumnya kita telah membahas tentang praktek membaca huruf hijaiyah berbaris tanwin, selanjutnya marilah kita membuka materi tasdid dan sukun,

Tanda Tasdid

Agar lebih jelasnya dalam melafalkannya marilah kita lihat berikut ini:



Tanda Sukun/Mati

Agar lebih jelasnya dalam melafalkannya marilah kita lihat berikut ini:





Demikian pelajaran kali ini silahkan kembali ke Belajar Membaca Al-Quran-Bagian I agar dapat melanjutka ke materi berikutnya

 
Penting: 
Carilah GURU yang benar Dalam Ilmu dan Pegalamannya yang mau menyampaikan itu Karean PERINTAH ALLAH, agar belajarlah secara langsung agar ia sehingga ia bisa memperbaikinya

 ********************************************************************************************
Puji syukur kepada Allah Tuhan semesta alam ( Sr Al Fatiha 2)
********************************************************************************************

Praktek Baca Huruf Hijaiyah


MAKHORIJUL HURUF

PENGETIAN MAKHORIJUL HURUF

Kata makharijul huruf berasal dari bahasa Arab, yang terdiri dari dua kata, yaitu
sebagai berikut :
  1. Makharij, kata ini adalah jama’ dari kata makhraj yang berarti tempat keluar.
  2. Al-Huruf, kata ini adalah jama’ dari al-harfu  yang berarti huruf.Jadi menurut bahasa yang dimaksud dengan makharijul huruf itu ialah tempat-tempat keluarnya huruf. 
Sedangkan menurut istilah dalam ilmu tajwid, yang dimaksud dengan makharijul huruf yaitu tempat-tempat atau letak keluarnya huruf huruf hijaiyah ketika membunyikannya atau melafazkannya.



PEMBAGIAN MAKHORIJUL HURUF 


Makhorijul Huruf Hujaiyah itu ada  lima tempat, yaitu;
Al-Jauf (lubang /rongga mulut)
Artinya rongga mulut dan rongga tenggorokan. Yaitu tempat keluarnya huruf hijaiyah yang terletak pada rongga mulutdan rongga tenggorokan. Bunyi huruf yang keluar dari rongga mulut dan ronggatenggorokan ada tiga macam, yaitu ; 
1 Alif dan sebelumnya ada huruf yang difathah
2 Wawu mati dan sebelumnya ada huruf yang didhommah 
3 Ya’ mati dan sebelumnya ada huruf yang dikasra

Al-Halqu (tenggorokan /kerongkongan)
Artinya tenggorokan / kerongkongan Yaitu tempat keluar bunyi huruf hijaiyah yang terletak padakerongkongan / tenggorokan, dan berdasarkan perbedaan teknispelafalannya, huruf-huruf halqiyah (huruf-huruf yang keluar daritenggorokan) dibagi menjadi tiga bagian yaitu:
1 Aqshal halqiy (pangkal tenggorokan), yaitu huruf hamzah dan ha
2 Wasthul halqiy (pertengahan tenggorokan), yaitu huruf Ha’ dan ’ain 
3 Adnal halqiy (ujung tenggorokan), yaitu huruf ghoin dan Kho’

Al-Lisanu (Lidah)
Asy-Syafatain (dua bibir) 
Artinya lidah Bunyi huruf hijaiyah dengan tempat keluarnya dari lidah ada delapan belas huruf, Berdasarkan delapan belas huruf itu dapat dikelompokkan menjadi sepeuluh makhraj, yaitu sebagai berikut :
1. Pangkal lidah dan langit-langit mulut bagian belakang, yaitu huruf Qof 
2. Pangkal lidah bagian tengah dan langit-langit mulut bagian tengah, yaitu huruf Kaf.
3. Tengah-tengah lidah, yaitu huruf Jim, Syin dan Ya’.
4. Pangkat tepi lidah, yaitu huruf Dhad.
5. Ujung tepi lidah, yaitu huruf  Lam.
6.  Ujung lidah, yaitu huruf Nun.
7.  Ujung lidah tepat, yaitu huruf Ro’.
8.  Kulit gusi atas, yaitu Dal, Ta’ dan Tha’.
9.  Runcing lidah, yaitu huruf Shad, Sin dan Za’.
10.Gusi, yaitu huruf Dha’, Tsa’ dan Dzal.

Al-Syafatain 
Artinya dua bibir Yaitu tempat keluarnya huruf hijaiyah yang terletak pada keduabibir.Yang termasuk huruf-huruf syafatain ialah wawu, fa’, mimdan ba’ dengan perincian sebagai berikut :
  1. Fa’ keluar dari dalamnya bibir yang bawah, serta menepati dengan ujung dua gigi seri yang atas.
  2. Waw, Ba, Mim keluar dari antara dua bibir (antara bibir atas dan bawah). Hanya saja untuk Wawu bibir membuka, sedangkan untuk Ba dan Mim bibir membungkam.“Empat huruf tersebut di atas lazimnya disebut huruf SYAFAWIYAH, artinyahuruf-huruf sebangsa bibir.”

Al-Khoisyum( Janur hidung).
Artinya pangkal hidung Yaitu tempat keluarnya huruf hijaiyah yang terletak pada janurhidung, dan jika kita menutup hidung ketika membunyikan huruftersebut, maka tidak dapat terdengar. Adapun huruf-hurufnya yaituhuruf-huruf ghunnah mim dan nun dengan ketentuan sebagai berikut:
1 Nun bertasydid
2 Mim bertasydid 
3 Nun mati/sukun yang dibaca idghom bigunnah, iqlab dan ikhfa’ haqiqiy
4 Mim mati/sukun yang bertemu dengan mim atau ba
 

Mainkanlah video dibawah ini agar bisa didengar dan diikuti cara melafazkannya:




video


Demikianlah pemebelajaran kali ini utnutk melanjutkannya maka klik link Belajar-membaca-al-quran-bagian-I agar bisa membuka materi berikutnya



Penting: 
Carilah GURU yang benar Dalam Ilmu dan Pegalamannya yang mau menyampaikan itu Karena PERINTAH ALLAH, Belajarlah langsung agar ia bisa memperbaikinya bila kita salah dalam pemakaianya

 ********************************************************************************************
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang ( Sr Al Fatiha 1)
********************************************************************************************

Monday, March 25, 2013

Hukum Hukum Tajwid (Bagian II)

Pada  Menu Utama, telah disampaikan tentang materi yang akan dipelajari dalam Belajar Membaca Al Qur'an secara Online, pada kesempatan ini kita akan membahas Bagian kedua yaitu tentang Hukum Tadjwid seperti berikut ini:

Alasan Kenapa harus ada Ilmu Tajwid?

"Karena diperlukan sebagai rambu rambu dalam cara membaca, melafazkannya atau pengucapnnya, dimana harus berhenti dan tidak boleh berhenti. Mana yang harus dibaca panjang, mana huruf yang harus dijelaskan apabila suatu huruf Hijaiyah harus bertemu dengan huruf hijaiyah lainnya, atau harus dilebur/disamarkan "


Hukum hukum dalam ilmu tajwid ada 9 hukum yaitu:
(silahkan diklik materi berikut ini secara tahap demi tahap agar mengert dan paham)
  1. Hukum-Nun-Mati-dan-Tanwin
  2. Hukum-Mim-Mati
  3. Hukum-Mim-dan-Nun-Tasydid.html
  4. Hukum-Alif-Lam-Marifah
  5. Hukum-Idgham
  6. Hukum-Mad
  7. Hukum-Ra'
  8. Qalqalah
  9. Waqaf                  
 

Demikian pembahasan tentang Hukum Tadjwid, selanjutnya nantikan pembahasa tentang praktek membaca Al quran yaitu Surat al Fatiha, Surat Al Baqarah 1-5, Surat Al Baqarah 255, Surat Al Baqarah ayat 284-286, Surat Al Ikhlas, Suart Al Kautsar, Surat Al Kafirun, Surat Al 'Alaq 1-5, Surat Al Insyirah, Surat Ad Dhuha

Untuk dapat membuka materi selajutnya kembali ke link  Menu Utama, agar bisa mempelajari materi selanjutnya

Penting: 
Carilah GURU yang benar yg sudah dahulu Dalam Ilmu dan Pengalamannya yang mau menyampaikan itu Karena PERINTAH ALLAH,  belajarlah secara langsung agar kita bisa ditegur bila salah dalam pemakaiannya.

 ********************************************************************************************
Katakanlah Bahwa DIA (ALLAH) Maha Esa ( Sr Al Ikhlas:1)
********************************************************************************************




Hukum Nun mati dan Tanwin

Pada materi sebelumnya kita telah membahas tentang   Hukum-hukum-tajwid, selanjutnya marilah kita bahsa tentang Hukum Nun mati dan Tanwin seperti uraian berikut ini:


1.1. Izhar Halqi
Izhar halqi bila bertemu dengan huruf izhar maka cara melafazkan atau mengucapkannya harus “jelas” Jika nun mati atau tanwin bertemu huruf-huruf Halqi (tenggorokan) seperti: alif/hamzah(ء), ha’ (ح), kha’ (خ), ‘ain (ع), ghain (غ), dan ha’ (). Izhar Halqi yang artinya dibaca jelas.
Contoh : نَارٌ حَامِيَةٌ

1.2. Idgham
Hukum bacaan ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
Jika nun mati atau tanwin bertemu huruf-huruf seperti: mim (م), nun (ن), wau (و), dan ya’ (ي), maka ia harus dibaca lebur dengan dengung.
Contoh: فِيْ عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ harus dibaca Fī ʿ’amadim mumaddadah.

1.3. Idgham Bilaghunnah
Jika nun mati atau tanwin bertemu huruf-huruf seperti ra’ (ر) dan lam (ل), maka ia harus dibaca lebur tanpa dengung.
Contoh

مَنْ لَمْ
harus dibaca Mal lam

Pengecualian
Jika nun mati atau tanwin bertemu dengan keenam huruf idgam tersebut tetapi ditemukan dalam satu kata, seperti بُنْيَانٌ, اَدُّنْيَا, قِنْوَانٌ, dan صِنْوَانٌ, maka nun mati atau tanwin tersebut dibaca jelas.

1.4. Iqlab
Hukum ini terjadi apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf ba’ (ب). Dalam bacaan ini, bacaan nun mati atau tanwin berbah menjadi bunyi mim (م).
Contoh: 

لَيُنۢبَذَنَّ
  harus dibaca Layumbażanna

1.5. Ikhfa’ haqiqi
Jika nan mati atau tanwin bertemu dengan huruf-huruf seperti ta’(ت), tha’ (ث), jim (ج), dal (د), dzal (ذ), zai (ز), sin (س), syin (ش), sod (ص), dhod (ض), tho (ط), zho (ظ), fa’ (ف), qof (ق), dan kaf (ك), maka ia harus dibaca samar-samar (antara Izhar dan Idgham)
Contoh:  
  نَقْعًا فَوَسَطْنَ

Demikianlah pembahasan kali ini selanjutnya ikutilah pembahsan tentang materi Hukum-mim-mati.





Penting: 
Carilah GURU yang benar yg sudah dahulu Dalam Ilmu dan Pengalamannya yang mau menyampaikan itu Karena PERINTAH ALLAH,  belajarlah secara langsung agar kita bisa ditegur bila salah dalam pemakaiannya.

 ********************************************************************************************
Allah adalah tempat untuk meminta (pertolongan dan perlindungan) ( Sr Al Ikhlas : 2)
********************************************************************************************

Hukum Mim mati



Pada materi sebelumya Hukum-nun-mati-dan-tanwin, selajutnya marilah kita membahas tentang Hukum Mim mati seperti berikut ini:

Selain hukum nun mati dan tanwin adapula hukum lainnya dalam mempelajari dan membaca Al-Quran yakni Hukum mim mati, yang disebut hukum mim mati jika bertemu dengan huruf mim mati (مْ) yang bertemu dengan huruf-huruf arab tertentu.

Hukum mim mati memiliki 3 jenis, yang diantaranya adalah :

2.1. Ikhfa Syafawi (ﺇﺧﻔﺎﺀ ﺷﻔﻮﻱ)
Apabila mim mati (مْ) bertemu dengan ba (ب), maka cara membacanya harus dibunyikan samar-samar di bibir dan dibaca didengungkan.

Contoh: 
(فَاحْكُم بَيْنَهُم) (تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ) (وَكَلْبُهُم بَاسِطٌ)


2.2. Idgham Mimi ( إدغام ميمى)
Apabila mim mati (مْ) bertemu dengan mim (م), maka cara membacanya adalah seperti menyuarakan mim rangkap atau ditasyidkan dan wajib dibaca dengung. Idgham mimi disebut juga idgham mislain atau mutamasilain.

Contoh :
 (أَم مَنْ) (كَمْ مِن فِئَةٍ)


2.3. Izhar Syafawi (ﺇﻇﻬﺎﺭ ﺷﻔﻮﻱ)
Apabila mim mati (مْ) bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah selain huruf mim (مْ) dan ba (ب), maka cara membacanya dengan jelas di bibir dan mulut tertutup.
Contoh: 
(لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ) (تَمْسُونَ)

Demikianlah pembahsan kali ini , selanjutnya ikutilah pembahsan tentang materi      Hukum-mim-dan-nun-tasydid.



Penting: 
Carilah GURU yang benar yg sudah dahulu Dalam Ilmu dan Pengalamannya yang mau menyampaikan itu Karena PERINTAH ALLAH,  belajarlah secara langsung agar kita bisa ditegur bila salah dalam pemakaiannya.


 ********************************************************************************************
DIA tidak Beranak dan Tidak pula diperanakan ( Sr Al Al Ikhlas :4)
******************************************************************************************** 

Hukum Mim dan Nun Tasydid

Pada materi sebelum kita sudah membahas materi  Hukum-mim-mati,selajutnya marilah kita membahas tentang Hukum Mim dan Nun Tasydid dengan mengikuti uraian berikut ini:


Hukum mim dan nun tasydid juga disebut sebagai wajib al-ghunnah (ﻭﺍﺟﺐ ﺍﻟﻐﻨﻪ) yang bermakna bahwa pembaca wajib untuk mendengungkan bacaan. Maka jelaslah yang bacaan bagi kedua-duanya adalah didengungkan. Hukum ini berlaku bagi setiap huruf mim dan nun yang memiliki tanda syadda atau bertasydid (ّ dan نّ).
Contoh:  
ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺠِﻨﱠﺔ ﻭَﺍﻟﻨﱠﺎﺱِ



Demikian pembahasan tentang materi kali ini selanjutnya ikutilah pembahsan tentang materi   Hukum-alif-lam-marifah.



Penting: 

Carilah GURU yang benar yg sudah dahulu Dalam Ilmu dan Pengalamannya yang mau menyampaikan itu Karena PERINTAH ALLAH,  belajarlah secara langsung agar kita bisa ditegur bila salah dalam pemakaiannya.

 ****************************************************************************************************************
Tiada Satupun Makhluk Ciptaan-Nya yang setara dengan-Nya ( Sr Al Al Ikhlas :5)
****************************************************************************************************************